Mario Manuhutu

Maret 12, 2011

Anak Pembangkang?

Filed under: Uncategorized — mariomanuhutu @ 2:45 pm
Anak pembangkang atau “anak yang tidak penurut” adalah anak yang selalu tidak menuruti aturan. Dikatakan oleh Mario Manuhutu, M.Si., Psi bahwa anak pembangkang cenderung tidak menuruti aturan dengan cara melakukan hal-hal yang yang sebaliknya dari apa yang diminta dilakukan olehnya. Perilaku tersebut dapat berupa sikap lain seperti berdiam diri/tidak melakukan apa-apa sesuai yang diharapkan dari dirinya, serta sering kali mengeluh ketika diminta melakukan sesuatu yang diharapkan dari dirinya.

Anak pembangkang bisa muncul karena :

  • Tingkat inteligensi anak. Anak dengan tingkat inteligensi yan baik dapat mengantisipasi konsekuensi dari tiap tindakan mereka, serta dapat menunda keinginan mereka untuk dipenuhi pada saat itu juga.
  • Ada pula anak yang memang berkemauan keras (harus mendapatkan apa yang ia inginkan) dan ada anak yang kreatif. Anak-anak seperti itu memang cenderung komformis.
Sikap Orang Tua Bisa Turut Andil dalam Pembentukan Pribadi pembangkang Anak :
  • Lemahnya disiplin dari orang tua. Mungkin anda adalah orangtua yang tidak bisa berkata TIDAK ketika anak menuntut agar keinginannya dipenuhi.
  • Orang tua yang otoriter pada anak dalam menerapkan disiplin, mengkritik anak secara berlebihan, perfeksionis, mengomel, ataupun mendominasi anak.
  • Orangtua yang menuntut kepatuhan instan pada anak/harus dituruti saat itu juga.
  • Penerapan disiplin/aturan yang tidak konsisten pada anak oleh orangtua. Sebagai contoh, ketika ibu berkata A, namun ayah berkata B, maka anak akan menentukan sendiri apa yang benar bagi dirinya. Dengan kata lain, ia tidak menuruti orangtuanya.
  • Salah satu atau kedua orangtua yang sedang mengalami konflik atau stres. Jika demikian orangtua dapat mengabaikan tanggung jawabnya pada anak.
  • Sikap orangtua terhadap figur otoritas mempengaruhi cara anak mematuhi aturan. Misalnya, jika orangtua tidak menghargai aturan, maka anak dapat menjadi pribadi yang kurang menghargai orang lain atau figur otoritas. Dengan kata lain menjadi pembangkang.
Mario memberikan tips sikap bijak bagi orangtua :
  • Berikan anak hak dan kesempatan untuk mengekspresikan, menyampaikan perasaan-perasaannya. Dengan demikian, anak merasa dihargai sebagai pribadi
  • Berikan batasan perilaku yang jelas ( tidak membingungkan) pada anak, sehingga ia paham atas aturan yang ditetapkan padanya.
  • Terapkan disiplin dari aturan yang sudah dibuat secara konisten. Sebagai contoh, konsekuensi jika tidak membereskan kamar setelah bangun pagi adalah pengurangan uang jajan. Jika memang terjadi kurangilah uang jajan anak. Tujuannya agar anak memahami bahwa orangtua dapat menjadi contoh bagi anak dalam menerapkan disiplin.
  • Aturan yang dibuat jangan terlalu berlebihan/banyak. Semakin banyak aturan yang dibuat orangtua, semakin banyak pula perlawanan dari anak.
  • Berikan pada anak alasan atas perilaku yang mereka harapkan pada anak untuk dituruti. Jika orangtua mampu memberikan penjelasan yang benar dan tepat, besar kemungkinan anak menuruti apa yang diharapkan orangtua kepadanya.
  • Jika anak dapat melakukan apa yang diharapkan padanya, berikan pujian secara tulus kepada anak sehingga anak merasa dihargai. Berikan peghargaan seperti boleh nonton bioskop bersama orangtua atau jalan-jalan bersama orangtua.
Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: